
Dalam dunia pelayaran, proses sandar kapal membutuhkan sistem penambatan yang kuat, aman, dan sesuai dengan kondisi operasional. Salah satu komponen penting dalam proses tersebut adalah Tali Tambat Kapal yang berfungsi menjaga posisi kapal agar tetap stabil saat berada di dermaga, pelabuhan, jetty, buoy, maupun area sandar lainnya. Pemilihan tali tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena setiap jenis tali memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kekuatan tarik, fleksibilitas, daya tahan terhadap air laut, ketahanan abrasi, hingga kemudahan penanganan oleh kru. Dalam Mooring System, beberapa jenis tali yang umum digunakan antara lain Wire Rope, Tali PP Monofilament, Tali PP Multifilament, dan Tali Mixed Rope. Memahami Jenis-Jenis Tali Tambat Kapal akan membantu pemilik kapal, operator, perusahaan pelayaran, dan industri marine memilih Tali Kapal yang tepat sesuai kebutuhan.
Apa Itu Tali Tambat Kapal dalam Mooring System?
Tali Tambat Kapal adalah tali yang digunakan untuk mengikat, menahan, dan menjaga posisi kapal ketika sedang sandar di dermaga, pelabuhan, jetty, buoy, atau titik tambat lainnya. Tali ini berfungsi menghubungkan kapal dengan fasilitas tambat seperti bollard, bolder, atau struktur penambatan agar kapal tetap berada pada posisi yang aman selama proses sandar, bongkar muat, maupun menunggu keberangkatan.
Dalam operasional kapal, tali tambat tidak bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari Mooring System. Mooring system adalah sistem penambatan kapal yang melibatkan Tali Mooring, mooring winch, fairlead, chock, bollard, fender, serta prosedur kerja kru untuk menjaga kapal tetap stabil saat berada di area sandar. Sistem ini sangat penting karena kapal selalu dipengaruhi oleh gaya luar seperti angin, arus, gelombang, pasang surut, dan aktivitas bongkar muat.
Tali Tambat Kapal biasanya digunakan dalam beberapa posisi, seperti head line, stern line, breast line, dan spring line. Setiap posisi memiliki fungsi berbeda dalam menahan pergerakan kapal, baik ke arah depan, belakang, samping, maupun menjauh dari dermaga. Distribusi beban pada setiap tali harus diperhatikan agar tidak ada satu tali yang menerima tegangan berlebihan.
Pemilihan Tali Kapal untuk mooring system harus mempertimbangkan ukuran kapal, bobot, kondisi dermaga, arus, gelombang, sistem winch, serta metode tambat yang digunakan. Tali yang terlalu lemah dapat berisiko putus, sedangkan tali yang tidak sesuai dengan perlengkapan kapal dapat menyulitkan proses penggunaan. Karena itu, memahami hubungan antara Tali Tambat Kapal dan Mooring System sangat penting untuk menjaga keselamatan kapal, kru, serta fasilitas pelabuhan.
Baca Juga: Jenis Tali Kapal dan Fungsinya
Fungsi Tali Tambat Kapal dalam Mooring System
Berikut beberapa fungsi utama Tali Tambat Kapal dalam Mooring System:
- Menjaga posisi kapal saat sandar: Tali tambat membantu kapal tetap berada di posisi yang aman ketika bersandar di dermaga, jetty, pelabuhan, atau titik tambat lainnya.
- Menahan pengaruh angin dan arus: Kapal dapat terdorong oleh angin, arus, dan gelombang. Tali Mooring berfungsi menahan gaya tersebut agar kapal tidak bergerak terlalu jauh dari posisi sandar.
- Mengurangi pergerakan kapal: Tali tambat membantu mengurangi gerakan kapal ke arah depan, belakang, samping, atau menjauh dari dermaga.
- Mendukung proses bongkar muat: Kapal yang stabil akan memudahkan aktivitas loading dan unloading barang, baik di pelabuhan, jetty, maupun terminal kargo.
- Melindungi kapal dan dermaga: Penggunaan tali yang tepat membantu mengurangi resiko benturan berlebihan antara kapal dan fasilitas dermaga.
- Membantu distribusi beban tambat: Beberapa tali digunakan pada posisi berbeda untuk membagi beban agar tidak hanya bertumpu pada satu titik.
- Meningkatkan keselamatan kru: Sistem mooring yang baik membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat tali putus, kapal bergerak mendadak, atau posisi sandar yang tidak stabil.
- Menyesuaikan kapal dengan perubahan pasang surut: Ketegangan tali dapat disesuaikan agar kapal tetap aman meskipun permukaan air berubah.
Baca Juga: Distributor Tali Kapal Berkualitas
Jenis-Jenis Tali Tambat Kapal untuk Mooring System
Ada beberapa Jenis-Jenis Tali Tambat Kapal yang umum digunakan dalam kebutuhan Mooring System. Setiap jenis memiliki karakteristik, keunggulan, dan perhatian penggunaan yang berbeda.

1. Wire Rope atau Tali Baja
Wire Rope adalah tali baja yang tersusun dari beberapa kawat baja kecil atau wire. Kawat tersebut dipilin menjadi strand, kemudian beberapa strand dipilin kembali mengelilingi bagian inti atau core. Dalam kebutuhan kapal dan industri, Wire Rope dikenal memiliki kekuatan tarik tinggi. Jenis tali ini digunakan pada aplikasi yang membutuhkan ketahanan besar dan sistem yang memang dirancang untuk tali baja.
Sebagai Tali Tambat Kapal, Wire Rope dapat digunakan pada beberapa aplikasi mooring tertentu. Namun, penggunaannya memerlukan perhatian khusus karena tali baja memiliki karakteristik berbeda dibandingkan tali sintetis. Wire Rope cenderung lebih berat dan lebih kaku. Penanganannya membutuhkan peralatan dan prosedur yang tepat. Di lingkungan laut, risiko korosi juga perlu diperhatikan karena paparan air laut dan kelembapan dapat mempercepat kerusakan pada material baja.
Keunggulan Wire Rope untuk mooring antara lain:
- Memiliki kekuatan tarik tinggi.
- Cocok untuk aplikasi heavy duty tertentu.
- Stabil pada sistem yang dirancang untuk tali baja.
- Dapat digunakan untuk kebutuhan kapal, pelabuhan, dan industri.
- Memiliki ketahanan terhadap beban besar sesuai spesifikasi.
Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Wire Rope:
- Harus diperiksa dari karat, broken wire, dan deformasi.
- Membutuhkan pelumasan dan perawatan rutin.
- Lebih berat dibandingkan tali sintetis.
- Perlu penanganan khusus saat pemasangan.
- Berisiko melukai tangan jika terdapat kawat putus.
- Harus digunakan sesuai kapasitas dan standar keselamatan.
Wire Rope tidak boleh digunakan tanpa mempertimbangkan sistem drum, winch, fairlead, dan kebutuhan aplikasi. Pemilihan diameter, konstruksi, core, finishing, dan minimum breaking load harus mengikuti rekomendasi teknis.
Baca Juga: Distributor Wire Rope Marine Berkualitas

2. Tali PP Monofilament untuk Mooring System
Tali PP Monofilament adalah tali berbahan polypropylene dengan struktur serat tunggal yang relatif besar. Jenis tali ini banyak digunakan pada kebutuhan kapal dan marine karena ringan, mudah ditangani, serta dapat mengapung di air. Karakter permukaan PP monofilament umumnya lebih kasar dibandingkan PP multifilament. Hal ini membuatnya memiliki grip yang cukup baik saat ditangani, tetapi tetap perlu diperiksa dari abrasi dan keausan.
Sebagai Tali Kapal, PP monofilament banyak dipilih untuk berbagai kebutuhan operasional karena sifatnya yang tahan terhadap air laut dan tidak mudah membusuk. Tali ini juga lebih ringan dibandingkan Wire Rope sehingga lebih mudah digunakan oleh kru.
Keunggulan Tali PP Monofilament untuk mooring antara lain:
- Ringan dan mudah ditangani.
- Dapat mengapung di air.
- Tahan terhadap air laut.
- Tidak mudah membusuk.
- Cocok untuk kebutuhan kapal dan marine.
- Tersedia dalam berbagai ukuran.
- Lebih ekonomis untuk beberapa kebutuhan operasional.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih diameter sesuai kebutuhan kapal.
- Periksa breaking load sebelum digunakan.
- Hindari gesekan pada sudut tajam.
- Periksa kondisi serat secara rutin.
- Jangan gunakan tali yang getas, aus, atau banyak serat putus.
- Simpan dengan benar setelah digunakan.
Tali PP Monofilament cocok untuk kebutuhan mooring tertentu, tetapi pemilihannya tetap harus menyesuaikan ukuran kapal, kondisi dermaga, dan beban kerja. Jangan memilih tali hanya berdasarkan harga tanpa memperhatikan spesifikasi teknis.
Baca Juga: Jual Tali Kapal PP Mono di Jakarta

3. Tali PP Multifilament untuk Mooring System
Tali PP Multifilament adalah tali polypropylene yang dibuat dari serat-serat halus. Dibandingkan PP monofilament, permukaan PP multifilament umumnya lebih halus dan lebih nyaman ditangani. Jenis tali ini juga ringan dan dapat mengapung di air. Karakter tersebut menjadikannya populer untuk berbagai kebutuhan marine, termasuk sebagai Tali Tambat Kapal sesuai ukuran dan spesifikasi. PP multifilament banyak digunakan karena memiliki kombinasi antara fleksibilitas, bobot ringan, dan kemudahan penanganan. Tali ini tersedia dalam berbagai diameter, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar untuk kebutuhan kapal.
Keunggulan Tali PP Multifilament untuk mooring antara lain:
- Permukaan lebih halus.
- Lebih nyaman ditangani oleh kru.
- Ringan dan mudah dipindahkan.
- Dapat mengapung di air.
- Tahan terhadap lingkungan basah.
- Cocok untuk kebutuhan marine.
- Tersedia dalam berbagai ukuran dan konstruksi.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan diameter sesuai kebutuhan.
- Periksa konstruksi tali sebelum digunakan.
- Perhatikan breaking load.
- Hindari gesekan pada permukaan kasar.
- Jangan gunakan tali yang aus atau banyak serat putus.
- Simpan di tempat kering dan berventilasi.
Tali PP Multifilament dapat menjadi pilihan untuk pengguna yang membutuhkan tali lebih halus dan mudah dikendalikan. Namun, seperti jenis tali lainnya, tali ini harus digunakan sesuai kapasitas agar proses mooring tetap aman.
Baca Juga: Supplier Tali Kapal PP Multifilament Berkualitas dan Terpercaya

4. Tali Mixed Rope untuk Mooring System
Tali Mixed Rope adalah tali kombinasi yang umumnya menggunakan outer PET atau polyester dan inner PP atau polypropylene. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan tali yang kuat, fleksibel, dan sesuai untuk kebutuhan marine. Pada beberapa spesifikasi, bagian luar menggunakan High Tenacity Polyester atau PET, sedangkan bagian dalam menggunakan High Tenacity Polypropylene. Kombinasi tersebut memberikan karakter kekuatan dan daya tahan yang lebih baik dibandingkan beberapa jenis tali PP pada ukuran tertentu. Tali Mixed Rope banyak digunakan untuk kebutuhan mooring karena memiliki breaking load yang tinggi, fleksibilitas baik, dan lebih mudah ditangani dibandingkan Wire Rope. Tali ini juga cocok untuk kapal, pelabuhan, shipyard, dan berbagai kegiatan marine.
Keunggulan Tali Mixed Rope untuk mooring antara lain:
- Memiliki kombinasi material yang kuat.
- Breaking load lebih tinggi dibandingkan beberapa tali PP pada ukuran tertentu.
- Lebih tahan abrasi pada bagian outer.
- Cocok untuk kebutuhan mooring kapal.
- Lebih fleksibel dibandingkan Wire Rope.
- Lebih mudah ditangani oleh kru.
- Tersedia dalam ukuran besar.
- Cocok untuk penggunaan marine dan pelabuhan.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan diameter dan ukuran sesuai kebutuhan.
- Periksa kondisi outer rope dari abrasi.
- Hindari penggunaan melebihi kapasitas.
- Gunakan pelindung pada area gesekan.
- Periksa eye splice dan ujung tali.
- Pastikan spesifikasi sesuai sistem mooring.
Tali Mixed Rope sering menjadi pilihan untuk kebutuhan Mooring System karena memberikan keseimbangan antara kekuatan, fleksibilitas, dan kemudahan operasional.
Baca Juga: Distributor Tali Kapal Mixed Rope Yasheng
Perbandingan Jenis Tali Tambat Kapal
Berikut tabel perbandingan beberapa jenis Tali Tambat Kapal yang umum digunakan untuk mooring system:
| Jenis Tali | Material | Karakteristik Umum | Kelebihan | Hal yang Perlu Diperhatikan |
| Wire Rope | Baja | Kuat, berat, lebih kaku | Kekuatan tarik tinggi dan cocok untuk aplikasi heavy duty | Perlu perawatan korosi, pelumasan, dan inspeksi broken wire |
| Tali PP Monofilament | Polypropylene monofilament | Ringan, mengapung, permukaan lebih kasar | Mudah ditangani, tahan air laut, tidak mudah membusuk | Perlu cek abrasi, diameter, dan breaking load |
| Tali PP Multifilament | Polypropylene multifilament | Ringan, mengapung, permukaan lebih halus | Nyaman ditangani dan cocok untuk kebutuhan marine | Perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi penggunaan |
| Tali Mixed Rope | Outer PET, inner PP | Kuat, fleksibel, cocok untuk marine | Breaking load tinggi dan lebih tahan abrasi | Perlu cek kondisi outer, ukuran, dan spesifikasi |
Tidak ada satu jenis tali yang paling cocok untuk semua kapal. Setiap tali memiliki fungsi dan karakteristik masing-masing. Wire Rope cocok untuk sistem tertentu yang membutuhkan kekuatan tinggi. PP monofilament dan PP multifilament cocok untuk kebutuhan yang mengutamakan bobot ringan dan daya apung. Mixed Rope cocok untuk pengguna yang membutuhkan kombinasi kekuatan dan fleksibilitas. Pemilihan tali juga perlu mempertimbangkan kondisi lapangan. Kapal yang sandar di dermaga tenang tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan kapal yang beroperasi di area arus kuat atau lingkungan offshore.
Baca Juga: Supplier Tali Kapal Harga Terbaik
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Tali Tambat Kapal
Berikut faktor penting dalam memilih Tali Tambat Kapal:
- Ukuran dan jenis kapal: Kapal kecil, kapal niaga, tug boat, kapal offshore, kapal tanker, dan kapal kerja membutuhkan spesifikasi tali yang berbeda.
- Breaking load: Breaking load harus sesuai dengan kebutuhan tambat dan mempertimbangkan beban yang mungkin terjadi saat kapal terkena arus, angin, atau gelombang.
- Diameter tali: Diameter memengaruhi kekuatan, berat, fleksibilitas, dan kecocokan dengan winch atau perlengkapan tambat.
- Material tali: Material menentukan daya apung, ketahanan abrasi, ketahanan terhadap air laut, dan kemudahan penanganan.
- Konstruksi tali: Konstruksi seperti 3 strand, 8 strand, atau konstruksi khusus memengaruhi fleksibilitas dan karakter kerja tali.
- Kondisi dermaga: Dermaga dengan banyak gesekan, sudut tajam, atau arus kuat membutuhkan tali dengan ketahanan lebih baik.
- Sistem mooring winch: Tali harus sesuai dengan drum, fairlead, chock, dan perlengkapan kapal lainnya.
- Lingkungan operasional: Paparan air laut, sinar matahari, bahan kimia, minyak, dan abrasi dapat memengaruhi usia pakai tali.
- Kemudahan penanganan kru: Tali yang terlalu berat atau kaku dapat menyulitkan kru, terutama saat proses sandar dilakukan secara manual.
- Harga tali tambat: Harga tali tambat dapat dipengaruhi oleh material, diameter, panjang, konstruksi, merek, dan kapasitas. Namun, harga tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan.
- Ketersediaan sertifikat: Untuk kebutuhan tertentu, sertifikat atau dokumen spesifikasi dapat membantu memastikan kualitas dan identitas produk.
- Kebutuhan pengiriman dan stok: Pastikan tali tersedia sesuai ukuran dan jumlah yang dibutuhkan agar operasional kapal tidak terganggu.
Baca Juga: Harga Tali Kapal Berkualitas
Cara Memilih Tali Tambat Kapal yang Tepat
Memilih Tali Tambat Kapal yang tepat harus dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan kondisi lapangan.
- Sesuaikan dengan ukuran dan jenis kapal: Setiap kapal memiliki kebutuhan tali tambat yang berbeda. Kapal kecil, kapal niaga, tug boat, kapal offshore, dan kapal besar membutuhkan spesifikasi tali yang tidak sama.
- Perhatikan breaking load tali: Breaking load menunjukkan batas kekuatan tarik maksimal tali sebelum putus. Pilih tali dengan breaking load yang sesuai dengan beban kapal dan kondisi operasional agar proses tambat lebih aman.
- Pilih diameter tali yang sesuai: Diameter tali berpengaruh terhadap kekuatan, berat, dan kemudahan penggunaan. Tali dengan diameter terlalu kecil berisiko tidak kuat, sedangkan tali yang terlalu besar bisa sulit digunakan pada winch atau perlengkapan mooring tertentu.
- Tentukan material tali yang tepat: Material tali perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Wire Rope cocok untuk aplikasi tertentu yang membutuhkan kekuatan tinggi, Tali PP Monofilament ringan dan mengapung, Tali PP Multifilament lebih halus dan mudah ditangani, sedangkan Tali Mixed Rope menawarkan kombinasi kekuatan dan fleksibilitas.
- Pastikan cocok dengan mooring winch: Tali harus sesuai dengan drum winch, fairlead, chock, bollard, dan perlengkapan tambat lainnya. Ketidaksesuaian ukuran dapat membuat tali cepat aus atau sulit dioperasikan.
- Pertimbangkan lingkungan operasional: Kapal yang sering beroperasi di lingkungan air laut, area terbuka, cuaca ekstrem, atau lokasi dengan paparan bahan kimia membutuhkan tali yang tahan terhadap kondisi tersebut.
- Cek kondisi fisik tali sebelum digunakan: Pastikan tali tidak aus, getas, robek, terpotong, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan pada eye splice. Untuk Wire Rope, periksa juga karat, kawat putus, dan deformasi.
- Perhatikan sertifikat atau spesifikasi produk: Untuk kebutuhan tertentu, pilih tali yang memiliki informasi spesifikasi jelas, seperti material, diameter, panjang, konstruksi, dan breaking load. Sertifikat dapat membantu memastikan kualitas dan kesesuaian produk.
- Jangan memilih hanya berdasarkan harga: Harga tali tambat memang penting, tetapi kualitas, kapasitas, material, dan keamanan harus menjadi pertimbangan utama. Tali murah tetapi tidak sesuai spesifikasi dapat meningkatkan risiko kerusakan dan kecelakaan.
- Pilih supplier yang terpercaya: Membeli melalui Supplier Tali Kapal yang berpengalaman membantu Anda mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai. Supplier terpercaya juga dapat memberikan informasi mengenai ukuran, material, stok, dan penggunaan tali yang tepat.
Baca Juga: Toko Tali Kapal Terlengkap di Jakarta

PT. Velasco Indonesia Persada Menyediakan Tali Tambat Kapal Berkualitas
Jenis-Jenis Tali Tambat Kapal memiliki karakteristik yang berbeda dan harus dipilih berdasarkan kebutuhan Mooring System. Wire Rope memiliki kekuatan tarik tinggi dan cocok untuk aplikasi tertentu yang membutuhkan tali baja. Tali PP Monofilament ringan, mengapung, dan tahan air laut. Tali PP Multifilament memiliki permukaan lebih halus serta mudah ditangani. Sementara itu, Tali Mixed Rope menawarkan kombinasi kekuatan, fleksibilitas, dan ketahanan abrasi yang baik untuk kebutuhan marine.
Pemilihan Tali Tambat Kapal tidak boleh hanya mempertimbangkan harga. Faktor seperti ukuran kapal, breaking load, diameter, material, konstruksi, kondisi dermaga, sistem winch, dan lingkungan operasional harus diperhatikan agar tali dapat bekerja dengan aman dan efektif.
Sebagai Supplier Tali Kapal dan distributor alat kapal, PT. Velasco Indonesia Persada menawarkan berbagai jenis Tali Kapal berkualitas dengan harga kompetitif. Jenis tali tambat yang kami sediakan mulai dari mulai dari Wire Rope, Tali PP Monofilament, Tali PP Multifilament, hingga Tali Mixed Rope yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan mooring, pelabuhan, shipyard, offshore, dan industri.
Setiap jenis tali memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pelanggan dapat berkonsultasi terlebih dahulu untuk menentukan pilihan yang sesuai berdasarkan jenis kapal, ukuran, aplikasi, diameter, panjang, konstruksi, dan kebutuhan operasional.
Keunggulan PT. Velasco Indonesia Persada antara lain:
- Menyediakan berbagai jenis Tali Tambat Kapal untuk kebutuhan marine, mulai dari Wire Rope, Tali PP Monofilament, Tali PP Multifilament, hingga Tali Mixed Rope.
- Menyediakan berbagai ukuran tali.
- Membantu konsultasi pemilihan jenis tali sesuai kebutuhan.
- Melayani kebutuhan perusahaan pelayaran, kontraktor, shipyard, pelabuhan, dan industri.
- Menyediakan berbagai peralatan kapal lainnya.
- Berpengalaman sebagai Supplier Tali Kapal dan distributor alat kapal.
- Berlokasi di Jakarta dan dapat melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
Informasi harga tali tambat dapat berbeda tergantung material, diameter, panjang, konstruksi, merek, jumlah pemesanan, dan ketersediaan produk. Oleh karena itu, pelanggan disarankan menghubungi tim PT. Velasco Indonesia Persada melalui email, telepon ataupun whatsapp. Kunjungi juga www.velascoindonesia.co.id untuk melihat berbagai pilihan Tali Kapal, peralatan kapal, perlengkapan keselamatan, dan produk marine lainnya. Meskipun berlokasi di Jakarta, kami siap melayani pemesanan dan pengiriman ke seluruh Indonesia.
FAQ Seputar Tali Tambat Kapal untuk Mooring System
1. Apa itu Tali Tambat Kapal?
Tali Tambat Kapal adalah tali yang digunakan untuk mengikat kapal ke dermaga, bollard, buoy, atau titik tambat agar kapal tetap stabil saat sandar.
2. Apa fungsi Tali Tambat Kapal dalam Mooring System?
Tali tambat berfungsi menjaga posisi kapal, menahan pengaruh angin dan arus, mengurangi pergerakan kapal, serta mendukung keselamatan proses sandar.
3. Apa saja jenis tali tambat kapal yang umum digunakan?
Jenis tali yang umum digunakan antara lain Wire Rope, Tali PP Monofilament, Tali PP Multifilament, dan Tali Mixed Rope.
4. Bagaimana cara memilih tali tambat kapal yang tepat?
Perhatikan ukuran kapal, breaking load, diameter, material, konstruksi, kondisi dermaga, sistem winch, dan lingkungan operasional.
5. Mengapa harga tali tambat bisa berbeda?
Harga tali tambat dipengaruhi oleh material, diameter, panjang, konstruksi, merek, jumlah pemesanan, dan ketersediaan produk.
6. Apakah PT. Velasco Indonesia Persada menyediakan berbagai jenis tali kapal?
Ya. PT. Velasco Indonesia Persada menyediakan Wire Rope, Tali PP Monofilament, Tali PP Multifilament, dan Tali Mixed Rope untuk kebutuhan marine dan industri.
7. Di mana membeli Tali Tambat Kapal berkualitas?
Tali Tambat Kapal berkualitas dapat diperoleh melalui PT. Velasco Indonesia Persada sebagai Supplier Tali Kapal dan distributor alat kapal yang melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Tali Tambat Kapal Berkualitas di jakarta dan juga menjual Tali PE, Tali PP Multifilament, Mixed rope, Tali PP Monofilament, Tali Manila Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Kami juga ( Open Reseller ) Hubungi (021) 690 5530 Whatsapp +6281290808833 atau Sosmed kami Instagram dan Facebook Atau lihat produk kami lainnya di sini.