Red Hand Flare (flare tangan merah) adalah alat sinyal darurat piroteknik yang menghasilkan cahaya merah sangat terang untuk menarik perhatian dan menandai posisi saat kondisi darurat di laut. Karena cahayanya kuat, red hand flare efektif digunakan saat malam hari atau jarak pandang rendah, sehingga kapal/helikopter/petugas SAR dapat melihat lokasi korban atau kapal dengan lebih cepat.

Fungsi utama Red Hand Flare
-
Sinyal distress (SOS) yang mudah dikenali
-
Warna merah terang secara internasional identik dengan keadaan darurat.
-
-
Menandai posisi orang/sekoci/kendaraan laut
-
Membantu penolong menemukan titik lokasi, terutama saat gelap.
-
-
Memandu kapal/helikopter penyelamat
-
Bisa digunakan berulang (sesuai ketersediaan) untuk memperjelas arah dan posisi.
-
-
Pelengkap perangkat darurat lain
-
Umumnya dipakai bersama smoke signal (untuk siang), rocket parachute flare, EPIRB, atau lampu strobo.
-
Cara kerja singkat
Red hand flare biasanya berbentuk tabung genggam dengan pemicu (misalnya pull-wire/striker). Saat diaktifkan, flare akan:
-
Menyala sangat terang,
-
Menghasilkan api/cahaya merah intens,
-
Kadang disertai percikan dan panas tinggi.
Karena termasuk piroteknik, penggunaan harus mengikuti prosedur keselamatan (jarak aman, arah angin, dan jauh dari bahan mudah terbakar).
Kapan Red Hand Flare digunakan?
-
Malam hari saat MOB atau saat menunggu rescue
-
Cuaca berkabut/visibilitas rendah
-
Saat perlu menarik perhatian cepat dari kapal lain yang melintas
-
Pada kondisi abandon ship ketika berada di life raft/sekoci
Tips keselamatan penggunaan (ringkas)
-
Pegang di lengan lurus dan arahkan menjauh dari tubuh.
-
Perhatikan arah angin agar percikan/asap tidak menuju wajah.
-
Jauhkan dari bahan bakar, oli, gas, kain, dan area tertutup.
-
Jangan menyalakan di dalam kabin atau ruang sempit.
