Shackle adalah alat sambung (connector) rigging berbentuk U / Omega yang menggunakan pin (baut) sebagai pengunci. Shackle dipakai untuk menghubungkan sling, wire rope, rantai, hook, atau titik angkat (pad eye/eye plate) dalam pekerjaan lifting, towing, lashing, dan mooring. Karena perannya krusial sebagai penghubung beban, shackle harus dipilih sesuai ukuran, tipe, material, grade, dan WLL/SWL.

Fungsi utama
-
Menghubungkan komponen rigging
-
Misalnya webbing sling ke hook crane, wire rope sling ke pad eye, chain ke lifting point.
-
-
Sebagai titik sambung yang kuat dan aman
-
Dengan pin yang terkunci, sambungan lebih stabil dibanding pengait improvisasi.
-
-
Mendukung lifting dan penarikan
-
Banyak digunakan untuk pengangkatan beban maupun towing (sesuai ratingnya).
-
-
Memudahkan bongkar-pasang rigging
-
mudah dilepas-pasang saat pengaturan rigging di lapangan.
-
Jenis-jenis yang umum
-
D Shackle (Dee Shackle)
-
Bentuk seperti huruf D.
-
Cocok untuk beban yang tarikannya searah/linear (lebih stabil untuk satu arah).
-
-
Bow Shackle (Anchor / Omega )
-
Bentuk lebih “bulat/omega” dengan ruang lebih besar.
-
Cocok untuk multi-sling atau tarikan yang butuh ruang lebih lebar (tetap ada batas side loading).
-
-
Tipe pin
-
Screw Pin : pin ulir, cepat dipasang—umum untuk kerja yang sering bongkar pasang.
-
Bolt Type / Safety Pin : pin baut + mur + cotter pin, lebih aman untuk getaran dan penggunaan jangka panjang.
-
